Jalan Putus Akibat Sungai Indragiri Meluap, Warga Bangun Jembatan Darurat

RENGAT, POTRETRIAU.com – Masyarakat dari Kelurahan Baturijal Hilir Kecamatan Peranap bersama warga Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu terpaksa membangun jembatan darurat di ruas jalan Dwi Marta (DM) yang terletak di pinggiran Sungai Indragiri.

Pembangunan jembatan darurat tersebut juga melibatkan personel Satpol PP, Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD), Bhabinkamtibmas dari Polsek Peranap dan Babinsa.

“Saat ini kondisi air banjir limpahan dari Sungai Indragiri sudah setinggi lutut orang dewasa dan deras  sehingga sangat berbahaya saat melewati ruas jalan DM. Untuk mengantisipasi hal itu kita bersama masyarakat menggelar gotong royong membangun jembatan darurat yang terbuat dari papan,” kata Camat Batang Peranap Watno Sardani, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (13/12/2018).

Menurut Camat Batang Peranap, ruas jalan Dwi Marta ini merupakan ruas jalan utama bagi masyarakat Kecamatan Batang Peranap menuju ke Kecamatan Peranap melalui Kelurahan Baturijal Hilir.

“Ruas jalan ini juga dipergunakan masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan dan kebutuhan sembako masyarakat di Kecamatan Batang Peranap,” ungkapnya lagi.

Akibat tingginya air banjir di daerah tersebut, kata mantan Sekretaris KPU Inhu, pihaknya sudah melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu.

Ruas Jalan Dwi Marta yang terletak di Kelurahan Baturijal Hilir Kecamatan Peranap menuju ke jembatan selunak Kecamatan Batang Peranap semakin hancur akibat tepian ruas jalan itu diterjang air sungai Indragiri. 

Sementara itu, Kepala  Dinas  Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Inhu  Ir Yelpidar MT, mengatakan, pada APBD 2019 Pemkab Inhu melalui OPDnya sudah menganggarkan dana relokasi jalan DM tersebut. 

"Lebih kurang Rp 400 juta sampai Rp500 juta alokasi dana yang kita anggarkan. Dananya dari alokasi dana pasca banjir yang disediakan Pemkab Inhu," ungkapnya.


Baca Juga