DPRD Riau Kawal Pembangunan RS Pusat Pengobatan Jantung

PEKANBARU, POTRETRIAU.com - Pembangunan Rumah Sakit Pusat (RSP) pengobatan jantung, otak dan uronefrologi rujukan regional Sumatera yang berlokasi di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, akan dimulai  pada Juni 2023. 

Sekretaris Komisi IV DPRD Riau Sugeng Pranoto kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu, mengapresiasi gerak cepat sejumlah pihak untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit sesuai dengan instruksi Presiden RI Jokowi saat kunjungan kerjanya ke Riau beberapa waktu lalu. 

"Progres terbarunya, Pemprov sudah menindaklanjuti dengan menyiapkan lahan tepatnya di samping Stadion Utama Riau, seluas 10 hektare. Pak Gubernur sudah berkunjung ke Jakarta, membalas kunjungan itu, Kementerian kesehatan turun langsung meninjau lokasi pembangunan RSP ini. Pihak Kemenkes mengatakan lahan tersebut sudah memenuhi syarat," kata politisi PDI Perjuangan Riau itu. 

Dikatakan Sugeng, yang perlu digesa oleh Pemprov Riau adalah hal terkait persiapan teknis hibah lahan tersebut. Karena, menurutnya, belum ada kejelasan apakah lahan hibah seluas 10 hektare untuk bangunan fisik RS saja atau sudah termasuk kawasan parkir dan lainnya.

"Kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung rencana pembangunan rumah sakit ini harus detail. Sejauh ini belum jelas apakah 10 ha ini untuk bangunan fisik RS atau sudah masuk lahan parkir. Seandainya, yang 10 ha ini hanya untuk RS saja maka Pemprov perlu menambah hibah lahan untuk parkir. Sehingga secara administratif proses hibahnya jelas," ungkapnya. 

Dia tidak ingin hal-hal teknis seperti pemberian izin menjadi kendala percepatan pembangunan rumah sakit yang dialokasikan sebesar Rp1,5 triliun dari dana APBN tersebut. Apalagi target pembangunan rampung pada 2024 mendatang. 

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar rumah sakit yang berada di ibukota provinsi Riau ini dapat mempermudah akses masyarakat di wilayah Sumatera untuk mendapatkan layanan kesehatan khususnya pengobatan jantung, otak dan uronefrologi. 

"Ini sudah dipersiapkan oleh Presiden menjadi RS rujukan di kawasan Sumatera, mulai dari Provinsi Aceh, Lampung, Medan, Jambi Riau, Sumatera Barat dan provinsi lainnya, masyarakatnya berobat ke RSP yang berada di Pekanbaru ini," kata dia. 

Dia berharap agar SDM lokal diprioritaskan dan memiliki porsi yang besar saat RSP ini beroperasional nantinya.***


Baca Juga