INHIL, POTRETRIAU.com - Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Indragiri (Unisi) dan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Husada Gemilang (Huge) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove sebanyak 10.000 pohon dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia, yang jatuh pada 21 November. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 November 2025 di kawasan Sungai Bandung, Desa Tanjung Pasir.
Aksi penanaman mangrove ini menjadi wujud nyata kepedulian BDPN terhadap kesadaran masayarakat setempat, kabupaten, kota, provinsi, negara bahkan dunia. akan pentingnya ekosistem mangrove dan keberlanjutan ekosistem pesisir, sekaligus langkah konkret dalam menghadapi ancaman abrasi yang kian meningkat.
Kegiatan ini melibatkan unsur pemuda, masyarakat setempat, serta para relawan. kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan semangat gotong royong.
Ketua BDPN Zainal Arifin Hussein, S.E., M.E dalam kesempatannya menyampaikan bahwa penanaman mangrove bukan hanya seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan demi generasi mendatang.
"Mangrove dipilih karena perannya yang vital dalam menjaga stabilitas pesisir, melindungi habitat biota laut, serta membantu menyerap 4 sampai 5 emisi karbon, lebih banyak dari hutan daratan." Ungkapnya.
Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Tembilahan yang diwakili oleh Sekertaris Umum Mengatakan bahwa mangrove itu sangat penting karena merupakan habitat bagi hewan-hewan laut.
"Mengapa Mangrove Penting? Karena dapat melindungi pesisir dari abrasi, tsunami, dan Habitat penting bagi ikan, udang, kepiting, burung, dan satwa lainnya. Mangrove juga mampu menjaga kualitas air dengan menyaring limbah dan sedimen." Ungkapnya.
"Selain itu, mangrove juga merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat pesisir." Tambahnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan meriah, dengan pesan kebersamaan agar masyarakat terus menjaga kelestarian alam, terutama kawasan pesisir yang menjadi benteng terakhir dari berbagai dampak perubahan iklim. BDPN berharap aksi ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut terlibat dalam upaya penghijauan dan konservasi lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri oleh project directur FOLU NC, Direktur utama BPDLH, kordinator Jikalahari, PPIU MP4CR Riau, Kepala KPH MANDA, ketua IKDR, ketua PPI Inhil, Masyarakat Adat Duanu Nuswantara (MADN), Camat Tanah Merah yang di wakili Sekretaris Camat, Kapolsek Tanah Merah, Danramil Tanah Merah dan Kades Tanjung Pasir.