Kuasa Allah, KH Buchori Amin Meninggal Saat Berceramah Peringatan Maulid Nabi

Ahad, 16 Desember 2018

KH Buchori Amin

POTRETRIAU.com – Ulama kharismatik KH Buchori Amin meninggal saat ceramah di atas panggung di Ponpes Al-Ishlahiyah, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/12/2018) pukul 14.30 WIB.

Awalnya, ulama yang dikenal sebagai Singa Podium tersebut duduk di kursi yang berada di atas panggung. Ia memberikan tausiah dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Nabi Muhammad Teladan Sejati”.

KH Buchori Amin mengulas tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang tersebut menyampaikan ceramah dengan penuh semangat di depan ribuan wali santri.

“Luli bejo, luli bejo, wong sing gak tahu kepetuk aku (sangat beruntung, sangat beruntung. Orang yang tidak pernah bertemu Nabi Muhammad, tapi beriman pada Nabi Muhammad SAW),” ujar Kiai Buchori Amin seperti dilansir Pojoksatu.id. 

Usai mengucapkan kalimat tersebut, badan KH Buchori seperti terhuyung. Mikrophone yang dipegangnya kemudian terjatuh. Tubuh KH Buchori kemudian terhuyung ke belakang dan bersandar pada kursi seperti orang tertidur.

Melihat itu, jamaah pun segera berlari dan menghampiri tubuh KH Buchori. Dia kemudian dibawa ke BKIA Muslimat Singosari. Namun, takdir berkata lain, KH Buchori sudah dinyatakan meninggal dunia.

Ketua Panitia Maulid Nabi di Ponpes Al Ishlahiyah, Fathul Wahab, mengatakan, KH Buchori ambruk ketika ceramah sekitar 20 menit.

Menurut Fathul, KH Buchori meninggal di tempat acara. Hal itu sesuai dengan keterangan perawat yang mengecek kondisi kiai kharismatik itu di lokasi kejadian.

“Kebetulan ada wali santri yang perawat, sudah mengecek kondisi Kiai Buchori dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Fathul.

Salah satu Ketua PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku kehilangan ulama kharismatik yang dikenal pemberani.

“Kami sangat kehilangan sosok Kiai Buchori Amin yang pemberani, istiqamah dalam bernahdlatul ulama,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, cucu pendiri Ponpes Al Ishlahiyyah Ahsani F Rahman mengaku menyaksikan langsung detik-detik KH Buchori meninggal.

Ahsani menjelaskan, KH Buchori menghembuskan nafas terakhir saat menjelaskan tentang hadist nabi di depan sekitar 1.500 walisantri dari berbagai kota.

“Beliau dahulu asli Singosari, pernah mengajar di Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari. Dulu beliau sahabat akrab KH Kholil Mahfudz, pendiri PP Al Ishlahiyah,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Gus Sani itu menjelaskan, setelah dinyatakan meninggal, jenazah KH Buchori kemudian dibawa ke kediamannya di Druju, Sumbermanjing, Kabupaten Malang.

“Kuasa Allah mengambil nyawa beliau saat terbaik, saat beliau ceramah dan disaksikan 1.500an orang,” katanya, seperti dilansir Jawa Pos.

Dia menyampaikan, berdasarkan keterangan keluarga, pria yang kini berusia 75 tahun itu tidak memiliki riwayat sakit keras. “Tapi menurut dokter karena serangan jantung,” pungkasnya.