Jadi Korban Begal, Mahasiswi Cantik Kritis Usai Dibacok Pakai Parang, Pelakunya 6 Orang

Selasa, 08 Januari 2019

ilustrasi

POTRETRIAU.com - Nasib nahas menimpa salah seorang mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bernama Irmin (20). Sebab seusai pulang menghadiri acara ulang tahun temannya, ia justru menjadi korban dari pelaku begal. 

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (7/1/2019), sekitar pukul 00.30 wib, tepatnya di jalan Simpang Kepuh, tepatnya di dekat Gereja Janti, Kecamatan Sukun.

Pelaku tak hanya berjumlah satu atau dua orang, namun berjumlah sekitar 6 orang. Bahkan ada pelaku sempat menggunakan parang untuk membacok korban. Selain itu, korban juga dikeroyok oleh pelaku lainnya.

Salah satu saksi yang melihat kejadian tersebut, yakni Ronalus Cangkur (23), mengungkapkan, bahwa sebelumnya korban dan temannya, berangkat dari kos yang berada di kawasan Unikama, menuju kawasan Ijen. tujuannya untuk merayakan ulang tahun temannya yang berkuliah di Unmer Malang.

Korban bersama beberapa temannya berangkat dengan menggunakan tiga sepeda motor. Setelah beberapa jam merayakan ulang tahun temannya, selanjutnya korban dan temannya pun pulang ke kos.

Namun ketika mendekati kampus Unikama, Irmin yang berboncengan bersama temannya terpisah. Mengetahui terpisah dengan temannya, korban akhirnya berinisiatif menunggu temannya di pinggir jalan yang tak jauh dari Gereja Janti.

Pada saat korban dan satu temannya menunggu itu, tiba-tiba saja datang enam orang lelaki yang langsung mendatangi mereka. Beberapa pelaku sempat meminta nomor hp korban, namun karena korban tak merespon, akhirnya ada pelaku yang sempat mengacungkan sabit.

Sementara pelaku lainnya, sempat memaksa korban untuk menghidupkan motor korban dengan memaksa meminta kunci yang dibawa oleh temannya. Karena korban tak segera memberikan kunci motor, akhirnya pelaku membacok korban di kepala dan tangan.

"Melihat hal itu, teman korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Beberapa warga sekitar yang mendengar teriakan korban, langsung saja keluar rumah dan segera menolong korban. Sementara para pelaku langsung kabur setelah teman korban korban berteriak minta tolong," jelasnya (7/1/2018) seperti dilansir Malangtimes.com.

Korban yang mengalami luka akhirnya segera dilarikan oleh warga ke RS Soepraoen. Namun karena disana tidak terdapat dokter bedah, kemudian korban dirujuk ke RS Saiful Anwar dan sampai saat ini masih mendapat perawatan.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta mengungkapkan, terkait kejadian tersebut, setelah dicek, belum terdapat laporan masuk ke Polsek Sukun. "Masih belum ada laporan," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi (7/1/2019). (RSY)