Brigade Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indragiri melakukan expedisi ke Air Terjun Gerbang Desa Batu Ampar Inhil.

INHIL, POTRETRIAU.com-Tahun 2026 menjadi catatan sejarah yang berbeda bagi Brigade Mahasiswa Pecinta Alam (BRIMASPALA) Universitas Islam Indragiri. Jika biasanya sebuah regenerasi ditempa melalui Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) konvensional, Angkatan ke-XX memilih jalan yang lebih liar, lebih dalam, dan menyatu langsung dengan denyut nadi alam. Menuju Jantung Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) , mereka tidak hanya menempa diri, tapi juga menghormati sisa-sisa surga yang ada di bumi hamparan kelapa ini. Perjalanan ini bukan sekadar simulasi, melainkan sebuah Ekspedisi Rimba menuju salah satu mahkota tersembunyi di Kabupaten Indragiri Hilir: Air Terjun Gerbang.

Ekspedisi ini perlu dilakukan untuk membekali peserta dengan kesiapan fisik, mental, dan teknis dalam menghadapi alam, serta mengembangkan ide dan kemauan untuk melakukan penelitian dan pemetaan.

Sabtu, 14 Februari 2026, perjalanan menuju ke dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh, ekspedisi ini memaksa setiap raga untuk melampaui batas. Jalan setapak segera berganti dengan treking panjang yang melelahkan namun memukau. Kaki-kaki para pejuang Angkatan XX menyusuri sungai yang jernih, melompati bebatuan licin, dan menembus vegetasi hutan hujan tropis yang masih perawan. Situasi di lapangan TNBT sangat menantang, dengan medan yang berat dan cuaca yang tidak terduga. Waktu tempuh perjalanan memakan waktu kurang lebih 6 jam perjalanan dengan menyusuri sungai dan melewati bukit-bukit hamparan TNBT untuk bisa sampai ke lokasi Air Terjun Gerbang.

Ekspedisi ini diikuti oleh 12 orang peserta, yaitu 5 orang mahasiswa/i Universitas Islam Indragiri, 5 orang Alumni, 1 orang pemandu lokal dan 1 orang perwakilan petugas resort Keritang.

Selama ekspedisi, peserta melakukan identifikasi jenis flora dan fauna, geografis, serta dokumentasi dalam bentuk geo tagging (foto berkoordinat). Hasil ekspedisi ini menghasilkan peta hasil ekspedisi, history perjalanan, serta laporan ekspedisi hipotesis dan dokumenter.

Di bawah naungan tajuk-tajuk pohon raksasa dan irama satwa penghuni Bukit Tigapuluh, semangat kebersamaan diuji. Setiap langkah menyusuri sungai adalah filosofi tentang ketangguhan seperti air yang tak pernah berhenti mengalir meski dihambat batu cadas. Maka, di hadapan kemegahan Air Terjun Gerbang, sebuah identitas dikukuhkan. Angkatan ke-XX resmi menyandang nama: "GERBANG MENDERAS"

"Gerbang" melambangkan pintu masuk menuju pendewasaan dan pengabdian pada alam, sementara "Menderas" menggambarkan semangat yang kuat, cepat, dan tak terbendung seperti jatuhnya air dari ketinggian, membawa perubahan positif bagi organisasi dan lingkungan.

"Dasar ekspedisi ini adalah 
Program Kerja Periode 2025-2026 Divisi KAB dan DIKLAT, kode etik pecinta alam dan AD/ART periode 2025-2026 BRIMASPALA UNISI" ujar Tri wahyuni selaku Sekretaris Umum Brimaspala .

Ekspedisi ini membuktikan bahwa menjadi pecinta alam bukan hanya soal teknik bertahan hidup, tapi tentang bagaimana manusia menghormati sisa-sisa surga yang ada di bumi hamparan kelapa ini. Pulang dari Batu Ampar, mereka tidak hanya membawa slayer kebanggaan, tapi juga membawa jiwa yang telah ditempa oleh sunyinya hutan dan kerasnya arus sungai.

Salam Rimba! Lestari!


[Ikuti PotretRiau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar