Dipukul dengan Alu oleh Pacar Siswi SMP Ditemukan Terkubur dalam Rumah
SUNBAR, POTRETRIAU.com - Siswi SMP asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan terkubur di rumah kosong di Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Jenazah perempuan berinisial YF (14) itu ditemukan pemilik rumah pada Jumat (17/3).
Polisi menjelaskan, pemilik rumah awalnya ingin membersihkan rumah yang tak ditempati sejak delapan bulan terakhir tersebut. Setelah melihat kondisi rumah, sang pemilik melihat keanehan berupa ceceran darah kering, aroma busuk hingga tumpukan tanah seperti kuburan di dapur.
"Melihat keanehan itu pemilik rumah langsung melapor ke perangkat nagari hingga diarahkan ke polisi. Setelah dilakukan penggalian oleh polisi ternyata jenazah seorang perempuan," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang IPTU Istiqlal yang sebagaimana dikutip dari merdeka.com Senin (20/3).
- Sambil Menangis Roro Jatuh Pingsan di Kaki Ibundanya Setelah dihukum 5 Tahun Penjara
- Keterlaluan, di Dumai Ayah Tiri Tega Perkosa Anak dibawah Umur
- Janjikan CPNS dan Tenaga Kontrak pada Korban, Seorang Honorer Memperoleh Ratusan Juta
- Selama Tiga Bulan, Perempuan 25 tahun Ini Menjadi Budak seks Anggota ISIS
- Polisi Bongkar Makam Ibu Muda di Boyolali
Polisi mengatakan, saat ditemukan kondisi mayat tidak terbungkus kain. Polisi kemudian menyelidiki penemuan mayat tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada remaja laki berinisial AJ (17), yang tak lain kekasih korban.
Motif Pelaku Bunuh Korban Dari pemeriksaan terungkap bahwa korban YF mengenal terduga pelaku AJ melalui media sosial lima bulan lalu. Terduga pelaku mengaku membunuh lantaran takut korban hamil setelah berhubungan intim. "Setelah diselidiki, pelaku mengakui perbuatannya.
Motifnya takut korban hamil. Dan pelaku berhasil ditangkap di pasar kuliner Kota Padang Panjang, Sumatera Barat," kata dia.
Pelaku membunuh korban saat tidur di rumah tersebut. Korban disekap dan kepala dipukul tiga kali oleh pelaku menggunakan alu atau alat terbuat dari kayu untuk menumbuk padi atau beras.
"Korban sudah dikenali dan dijemput pihak keluarga," tandasnya.
Tulis Komentar